Profil

HASANUDDIN ATJO, dilahirkan di Poso, Sulawesi Tengah pada tanggal 14 Mei tahun 1960 dari Ayah bernama Haji Atjo Abdul Fattah (Almarhum) dan Ibu Hajah Andi Dewi Balana (Almarhumah). Almarhum H. Atjo Abdul Fattah adalah seorang Pamong Praja di tahun 1959, ditugaskan Pemerintah Pusat ke Poso sebagai Kepala Pemerintahan Negeri, kemudian di tahun 1960 dipindahkan ke Palu, karena rencana Ibukota Sulawesi Tengah dialihkan ke Palu dari rencana semula di Poso. Salah satu tugas Almarhum bersama kawan-kawanya adalah mempersiapkan berdirinya Provinsi Sulawesi Tengah terpisah dari Provinsi Sulawesi Utara-Tengah. Secara resmi provinsi ini berdiri pada tanggal 13 April tahun 1964, berpisah dari Sulawesi Utara. H. Atjo Abdul Fattah mengakhiri pengabdiannya di Sulawesi Tengah tahun 1972 dengan jabatan salah satu Kepala Biro pada kantor Gubernur Sulawesi Tengah dengan pangkat Residen.

Hasanuddin Atjo menyelesaikan Pendidikan dasar dan menengah atas (SLA) semuanya di Kota Palu, yaitu SD Negeri 10 Palu, tamat tahun 1972, SMP Negeri 1 Palu, tamat, 1975 dan SMA Negeri 1 – SMPP 57 Palu, tamat tahun 1979.

Selanjutnya melanjutkan Pendidikan Tinggi di IPB Bogor melalui jalur undangan dan menyelesaikan Pendidikan Strata 1 pada fakultas Perikanan, Jurusan Budidaya Perikanan.

Di tahun 1996 melanjutkan Pendidikan Magister di Program Pascasarjana, kajian Sistem-Sistem Pertanian di Universitas Hasanuddin dan menyelesaikan Pendidikan tahun 1999.

Di tahun 1999 dan pada Program dan Unversitas yang sama melanjutkan Pendidikan Doktoral dan menyelesaikan Pendidikan tahun 2005.

Hasanuddin Atjo di tahun 1985 diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Perikanan Tingkat I Sulawesi Selatan dan ditugaskan sebagai Penyuluh Perikanan Spesialis di Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Barru.

Tahun 1987 diangkat menjadi Kepala Unit Balai Benih Udang Barru, Dinas Perikanan Tingkat I Provinsi Sulawesi Selatan. Tahun 1991 diangkat sebagai Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Barru sampai dengan tahun 1996. Tahun 1996-2005 memperoleh izin belajar untuk melanjutkan Pendidikan magister dan Doktoral pada program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar.

Tahun 2005-2006 diangkat pada jabatan kepala bidang Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan dan 2006-2007 diangkat pada bidang Perikanan Budidaya pada Instansi yang sama. Tahun 2007 – Sekarang dipercayakan menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan.

Hasanuddin Atjo juga aktif sebagai pengurus di berbagai asosiasi diantaranya :
(1) Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Perbenihan Udang, APPU Sulawesi Selatan 1991- Sekarang,
(2) Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Tambak Udang Sulawesi Selatan 1999- 2007,
(3) Ketua Shrimp Club Sulawesi, SCI Sulawesi 2007 – Sekarang,
(4) Wakil Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia 2015 – Sekarang,
(5) Ketua Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia Sulawesi Tengah 2018 – Sekarang

Selain itu Hasanuddin Atjo memiliki sejumlah karya dibidang Kelautan dan perikanan, diantaranya Teknologi Budidaya Udang Vaname Supra Intensif Indonesia dengan produktifitas 150 ton/ha/musim tanam yang di lounching oleh ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia, Prof Rhokmin Dahuri tahun 2013 di kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Pembudidayaan ikan Bandeng di laut dengan system karamba tancap di Pelabuhan Perikanan Donggala dengan produktifitas 200 ton/ha/musim tanam. Juga aktif menulis disejumlah media cetak maupun online.

Hasanuddin Atjo juga memiliki usaha Perbenihan dan Pertambakan Udang, aktif sebagai konsultan di bidang Pembenihan Udang maupun Pertambakan Udang. Dan tahun 2017 – 2018 sebagai konsultan FAO di Kambodja.

%d blogger menyukai ini: